Siapa Saja Bisa Menjadi Teman Yang Menyenangkan

Kalau ditanya soal teman, buatku semua yang berada dalam satu komunitas, bisa disebut sebagai teman. Teman kerja, teman menulis, teman olshoper, bahkan teman masa sekolah yang sudah lama tak jumpa, saat terhubung dengan group WA, masih bisa disebut sebagai teman. 

Kalau ada yang menganggap teman adalah orang yang disukai saja untuk dijadikan teman,  rasanya jadi kayak dianggap milih-milih teman. Betul juga sih ya, dalam berteman memang harus memilih. Tapi, tetap saja dalam bersosialisasi di tengah masyarakat, akan berhadapan dengan bermacam- macam tipe dan karakteristik yang berbeda- beda. Entah dia mau dianggap sebagai teman atau bukan, tetapi dalam menghadapi atau berinteraksi dengannya, kita tetap harus bisa membawa diri kita. Jangan sampai dia merasa tersinggung atau merasa bahwa kita tidak mau berteman dengannya.

Apalagi, di lingkungan kerja. Apa iya nih, keinginan untuk memiliki teman sampai harus bersyarat. Karena secara tidak langsung, tanpa diharapkan terkadang pengennya menghindari, eh…malah mengharuskan untuk banyak berinteraksi.

Mungkin yang menjadi alasan memiliki teman yang bersyarat, adalah memilih teman dekat. Bisa dibilang, sebagai sahabat. Tapi kalau untuk curhat, sebaiknya bukan ke teman. Tulis saja uneg- uneg yang ada, sebagai curhatan. Dan jangan sampai di-posting di media sosial, jangan sampai ada orang lain yang tahu. Mencari solusi masalah mah bukan di teman, tapi kita yang bakalan menemukannya.

Oke guys, menurutku memiliki teman banyak memang menyenangkan. Kalau untuk memilih dalam berteman, itu bakal terbentuk sendiri sesuai dengan karakter seseorang. Kalau kamu suka bercanda, ngobrol, pasti teman yang memiliki karakter yang sama, juga akan mendekat, terjalin hubungan pertemanan. 

Kalau karakter seseorang yang ternyata suka menulis, dan tulisannya juga menginspirasi, kemudian hanya kenal lewat media online, alias belum mengenal karakternya lebih mendalam, itu sudah bisa dikatakan sebagai teman. Teman yang sevisi, saling mendukung, bersinergi membuat sebuah hubungan pertemanan akan bisa menciptakan hal-hal yang besar. Bahkan sama- sama bisa  saling terbantu karenanya.

Dan kalau ternyata di tengah jalan hubungan pertemanan, menemukan masalah yang menimbulkan keretakan hubungan, ya ambil jalan baiknya aja. Kalau masih bisa diperbaiki, ya sama-sama saling menyadari, instrospeksi diri tentang kesalahan apa yang menjadikan hubungan menjadi terganggu. Menurunkan ego masing-masing.

Tapi, kalau ternyata perpisahan menjadi hal yang memang harus dipilih, ya pisah saja. Tetapi tidak meninggalkan dendam, sakit hati, atau niatan yang tidak baik. Karena bisa jadi, suatu saat nanti kita bisa menjadi merindukannya.

Jika memang enggan untuk berinteraksi dengan teman yang tidak kita inginkan, menghindar saja tanpa harus menyakiti atau menyinggung perasaannya.

Berikut ini beberapa tips untuk memilih teman, yang bisa memberikan manfaat positif

1. Rajin Beribadah

Karena beribadah adalah suatu kewajiban kita sebagai makhluk ciptaanNya. Sehingga, dalam hubungan pertemanan, bisa saling nasihat menasihati jika ada yang salah. Jika teman ibadahnya bagus, insyaallah bagus pula perilakunya.

2. Selalu Mengajak Pada Kegiatan – Kegiatan Positif

Dalam hidup bersosialisasi dengan lingkungan, tentunya juga banyak kegiatan yang pasti bisa muncul. Jika lingkungan sekitar dan teman – temannya mengajak kita pada kegiatan positif, maka akan bisa menjadikan kita juga berkembang dan menjadi pribadi yang lebih baik.

Dan banyak lagi tentunya yang membawa pengaruh positif, diantaranya Jujur, Bertanggung Jawab, Amanah, Menghormati orang tua, Tulus, Bijaksana, Pintar,  Tidak sombong, Menjunjung silaturahmi, Mandiri, dan seterusnya. Asalkan itu memberi manfaat dan membuat diri menjadi berkembang.

So, maukah kamu menjadi temanku?😉

#tulisan ini diikutsertakan dalam 30 Day’s Writing Challenge Sahabat Hosting.

ditulis oleh

Krisna_Naufal

Bukankah telah datang kepadamu kemenangan yang nyata
( AlFath: 1)